Niat striker Klaas-Jan Huntelaar untuk tetap bertahan di AC Milan sepertinya bakal menemui kendala. Berdasarkan laporan yang dikutip dari laman milannews, pemain asal Belanda ini akan disodorkan kepada pihak AS Roma sebagai jalan untuk mendapatkan Julio Baptista.
Kabar ini muncul setelah rencana Inter Milan yang telah gagal untuk menuntaskan transfer Baptista pada pekan lalu. Selain itu juga, tersiar kabar pihak Milan berusaha mencari celah menyusul kemungkinan absennya Luca Toni hingga enam pekan.
Ariedo Braida, direktur Milan berharap dengan diajukannya Huntelaar ini akan bisa menjinakkan hati para penentu keputusan di Roma agar bersedia membiarkan Baptista hengkang.
Sementara itu sejak bergabung musim panas kemarin dari Real Madrid, Huntelaar telah gagal untuk mendapatkan tempat utama di Milan. Ia masih kalah bersaing dengan Marco Borriello.
Kondisi ini membuat Huntelaar sempat kecewa. Saat ini dia sangat membutuhkan penampilan secara reguler yang bisa berguna untuk mengamankan peluangnya tampil ke Piala Dunia bersama tim nasional Belanda.
Rabu, 27 Januari 2010
Milan Ingin Tukar Huntelaar Dengan Julio Baptista
Diposting oleh christian di 02.57 0 komentar
Milan Bidik Nemanja Vidic
Isu bakal dilepasnya bek Nemanja Vidic dari Manchester United terus mendapat perhatian dari sejumlah klub top Eropa. Real Madrid dan Barcelona adalah dua klub raksasa Spanyol yang lebih diperhitungkan untuk mendapatkan jasa pemain asal Serbia itu.
Dilansir Corriere dello Sport, raksasa Italia AC Milan tak mau ketinggalan untuk ikut bersaing dalam perburuan tersebut.
Rossoneri kabarnya menganggap Vidic sebagai sosok yang sangat ideal untuk melapisi duo bek Thiago Silva dan Alessandro Nesta.
Belum diketahui berapa harga yang siap diajukan pihak Milan. Jika ingin mendapatkan Vidic, mereka harus merogoh kocek lebih dari €28 juta, seperti yang diminta oleh pihak United baru-baru ini.
Diposting oleh christian di 02.56 0 komentar
Minggu, 24 Januari 2010
Huntelaar Diburu Duo Liga Premier
Bola.net - Dua klub dari Liga Premier yakni Everton dan Birmingham City dilaporkan oleh De Telegraaf sedang bersaing ketat untuk dapat meminjam jasa striker Belanda milik klub AC Milan, Klas Jaan Huntelaar pada bulan ini.
Laporan yang ada juga menyebut pihak AC Milan menyambut terbuka dengan penawaran yang telah dilakukan oleh pihak Goodison Park. Namun mereka juga disebut tidak ingin melepas Huntelaar secara permanen melainkan hanya akan dipinjamkan saja hingga akhir musim ini.
Selain itu, mantan pemain Real Madrid itu sangat ingin menjaga tempat Piala Dunia-nya dengan Belanda dan akan mempertimbangkan pindah ke klub di mana dia diberikan lebih banyak waktu bermain. Marco Borriello yang sedang dalam performa on fire telah membuat pemain Belanda tersebut kurang mendapat perhatian dari pelatih Leonardo.
Sementara itu, Sky Sport Italia juga menghubungkan Huntelaar dengan Birmingham City dan juga West Ham United. Rossoneri AC Milan juga disebut mengejar pemain Cagliari, Nene sehingga kemungkinan besar bakal mengijinkan Huntelaar untuk pergi. (goal/bola/lex)
Diposting oleh christian di 14.49 0 komentar
Review: Inter Terlalu Perkasa
Bola.net - Inter Milan membuktikan diri mereka terlalu perkasa buat rival mereka, AC Milan ketika Nerazzurri menang dengan skor telak 2-0 meski harus mengakhiri laga dengan sembilan pemain dalam laga derby di San Siro, Senin (25/1) dini hari.
Bertindak sebagai tuan rumah, Inter mengancam pertahanan Milan sejak menit awal di antaranya ketika tendangan Wesley Sneijder membentur sisi luar mistar gawang Dida di menit kedua. Dida kembali harus berjibaku menahan tendangan Sneijder di menit ke-8.
Namun gawang Milan harus kebobolan juga di menit 10 ketika Ignazio Abate memberikan umpan yang tak sempurna kepada Dida, bola mampu dicuri Diego Milito yang dengan sekali kontrol kemudian melepaskan bola ke sudut jauh gawang Dida.
Unggul satu gol, Inter kemudian lebih bernafsu menyerang. Namun mereka harus kehilangan seorang pemain setelah Wesley Sneijder diusir wasit di menit 26 karena dianggap menghina wasit Gianluca Rocchi.
Arah pertandingan kemudian berubah setelah diusirnya Sneijder, Milan keluar dari tekanan dan mulai membahayakan pertahanan Inter. Ronaldinho memimpin serangan Rossoneri didukung oleh David Beckham dan juga Marco Borriello di lini depan.
Terlalu asyik menyerang meninggalkan lubang di pertahanan Milan yang dimanfaatkan dengan baik oleh Inter. Goran Pandev mencetak gol kedua Nerazzurri lewat tendangan bebas kaki kirinya.
Tak punya pilihan lain, Milan keluar menyerang dengan kekuatan penuh sementara Inter berusaha keras bertahan.
Nerazzurri harus kehilangan seorang pemain lagi setelah di menit-90 Lucio diusir wasit usai menerima kartu kuning kedua akibat menyentuh bola di kotak terlarang. Hadiah penalti yang diterima Milan tak bisa dimanfaatkan dengan baik oleh Ronaldinho, hingga menutup laga untuk kemenangan Inter.
Hasil ini membuat posisi Inter tak terkejar di puncak klasemen Serie A. menjauh sembilan poin dari AC Milan di peringkat kedua meski Milan masih memiliki satu partai tunda melawan Fiorentina. (bola/row)
Diposting oleh christian di 14.49 0 komentar
9 Pemain Inter Libas Milan
Inter Milan semakin kokoh di puncak klasemen Serie A setelah berhasil melibas AC Milan 2-0 meski dengan sembilan pemain dalam partai Derby della Madonina di Giuseppe Meazza, Minggu (24/1).
Donasi tiga poin membuat Inter menjauhi Milan di dua besar dengan jarak sembilan poin meski rival sekotanya itu masih mengantongi satu laga tunda melawan Fiorentina.
Kemenangan Inter tak lepas dari kejelian strategi pelatih Jose Mourinho yang melancarkan serangan kilat di 10 menit pertama dan langsung bermain menunggu ketika telah unggul.
Striker Diego Milito membawa La Beneamata memimpin 1-0 pada menit ke-10 setelah memanfaatkan kesalahan bek Ignazio Abate yang bermaksud memberi back pass kepada kiper Dida.
Namun 16 menit kemudian, Inter diganggu oleh kartu merah yang diterima oleh Wesley Sneijder akibat melecehkan wasit dengan bertepuk tangan seusai rekannya, Lucio, mendapat kartu kuning.
Alhasil, permainan dikuasai Milan. Tetapi serangan skuad Leonardo nyaris tak pernah mampu merepotkan kiper Julio Cesar. Serangan selalu macet sebelum mencapai daerah 16 meter karena Ronaldinho sebagai otak serangan selalu dijaga ketat oleh Maicon dan Lucio -- dua rekannya sesama pemain Brasil.
Milan sempat menata permainan dengan memperlambat tempo di babak kedua. Namun kubu Inter tak terpancing dan tetap mengawal daerahnya dengan penuh disiplin. Padahal, sebelum laga ini Inter kemasukan lima gol dalam dua partai beruntun. Sedangkan Milan berhasil mencetak 12 gol dalam tiga partainya.
Dan di saat Milan keasyikan menyerang, serbuan balik Inter melalui Maicon harus dihentikan dengan pelanggaran. Striker Goran Pandev yang dipercaya menjadi algojo tendangan bebas dengan jitu berhasil menundukkan Dida dan mengubah skor menjadi 2-0.
Kondisi ini membuat Milan terpukul. Meski sudah memasukkan striker Klass Jan Huntelaar dan Clarence Seedorf untuk menambah daya dobrak, gawang Cesar senantiasa aman.
Bahkan peluang bagus melalui sepakan first time Huntelaar masih bisa diblok kiper Brasil tersebut. Memasuki masa injury time, Inter harus bermain dengan sembilan orang setelah Lucio menerima kartu kuning kedua karena menghentikan bola dengan tangan.
Tapi terpukulnya mental Milan membuat hadiah penalti juga gagal menjadi gol. Ronaldinho, yang mencetak enam gol dalam tiga partai beruntun, gagal menundukkan Cesar sehingga kedudukan akhir tak berubah.
Hasil ini membuat Inter memenangi dua kali pertemuan musim ini dengan masing-masing 4-0 dan 2-0. Artinya skor terbesar 6-0 di Derby della Madonina sepanjang sejarah belum terpecahkan. Ini juga menjadi laga pertama Milan tanpa memasukkan gol dalam 10 partai terakhirnya. (Hdn)
Susunan pemain
Inter: Julio Cesar; Maicon, Lucio, Samuel, Santon; Zanetti, Cambiasso, Muntari (Cordoba 87); Sneijder; Milito (Balotelli 81), Pandev (Motta 66).
Milan: Dida; Abate, Thiago Silva, Favalli, Antonini (Jankulowski 77); Gattuso (Seedorf 46), Pirlo, Ambrosini (Huntelaar 80); Beckham, Borriello, Ronaldinho.
Diposting oleh christian di 14.47 0 komentar
Sabtu, 23 Januari 2010
HEAD-TO-HEAD: Inter Milan - AC Milan
Dalam dua dekade terakhir, Derby della Madonnina masih menjadi milik AC Milan. Dari 39 pertemuan di kompetisi Serie A Italia, Milan hanya unggul dua kemenangan saja dari rival abadinya, Inter Milan. Rossoneri mencatatkan 15 kemenangan, sedangkan Nerazzurri membayanginya dengan koleksi 13 kemenangan.
Tapi 'dominasi sebenang' itu tidak berlaku jika Milan berstatus sebagai tim tamu. Tercatat dalam empat musim terakhir sejak musim kompetisi 2005/2006, Inter masih menjadi penguasa sejati San Siro. Bahkan dalam tiga pertemuan terakhir, Milan selalu menjadi pecundang. Kekalahannya pun selalu sama, 2-1!
Sementara Milan meraih kemenangan terakhirnya sebagai tim tamu saat berhadapan dengan Inter pada musim kompetisi 2004/2005. Saat itu Kaka yang masih berstatus sebagai pemain Milan menjadi penentu kemenangan lewat gol tunggal yang dicetaknya di pertengahan babak kedua.
Ketatnya persaingan antardua klub sekota dalam dua dekade terakhir ini juga selalu tercermin pada skor akhir. Sangat jarang duel Milan-Inter ini menghasilkan selisih gol lebih dari dua. Meski dalam pertemuan pertama musim ini Inter sempat mempermalukan Milan 4-0, kemenangan itu tercatat sebagai kemenangan pertama terbesar sepanjang sembilan tahun terakhir setelah Inter dipecundangi 6-0 pada 11 Mei 2001.
Berikut adalah hasil pertemuan lima musim terakhir dari laga sarat gengsi kota Milan:
2009/2010
AC Milan 0-4 Inter Milan 29-08-2009
2008/2009
Inter Milan 2-1 AC Milan 15-02-2009
AC Milan 1-0 Inter Milan 28-09-2008
2007/2008
AC Milan 2-1 Inter Milan 4-05-2008
Inter Milan 2-1 AC Milan 23-12-2007
2006/2007
Inter Milan 2-1 AC Milan 11-03-2007
AC Milan 3-4 Inter Milan 28-10-2006
2005/2006
AC Milan 1-0 Inter Milan 14-04-2006
Inter Milan 3-2 AC Milan 11-12-2005
Diposting oleh christian di 19.45 0 komentar
SPESIAL Derby Della Madonnina: Memori Rivalitas Rivera-Mazzola
Pekan ini laga Derby della Madonnina ke-174 digelar. Inter Milan bertemu dengan AC Milan dalam kondisi kedua tim saling mengejar di puncak klasemen Serie A Italia. Selisih keduanya saat ini enam poin, dengan Milan menyisakan satu laga tunda.
Apakah Milan berhasil membalas kekalahan memalukan 4-0 pada laga perdana? Apakah Derby della Madonnina kali ini menentukan perebutan scudetto musim 2009-10 secara keseluruhan?
Tapi, saya ingin membawa pembaca kembali ke 1970. Saat itu, persaingan Milan dan Inter mengalami eskalasi. Rivalitas juga menular di tubuh skuad timnas Italia yang sedang bertarung di Piala Dunia Meksiko.
Milan dan Inter menikmati periode keemasan pada periode 1960-an. Milan berhasil menjadi juara Eropa musim 1962-63 dan Inter menyusul musim berikutnya dengan meraih gelar Piala Champions dua musim berturut-turut. Seakan tak mau kalah, Milan melengkapi lagi kejayaannya musim 1968-69.
Tak terelakkan, Piala Dunia 1970 menjadi salah satu catatan penting dalam sejarah rivalitas kedua tim.
Italia dilatih Ferrucio Valcareggi, yang sukses membawa Azzurri menjuarai Piala Eropa 1968. Selama kiprahnya menangani Nazionale, 1966 hingga 1974, Valcareggi hanya memetik enam kekalahan! Salah satu kekalahan itu terjadi di final Piala Dunia 1970 dari Brasil, 4-1.
Sepanjang turnamen itu, Valcareggi menggunakan taktik pergantian, "staffetta". Valcareggi menganggap dua bintang Italia, Sandro Mazzola dan Gianni Rivera tak dapat dimainkan bersama-sama. Mazzola punya keunggulan dari segi fisik, cepat, gemar menyerang lewat sektor sayap, dan punya kemampuan menggiring bola yang sulit dihentikan lawan. Sementara, kekuatan Rivera terletak pada kemampuan individual, tak kenal takut, dan punya visi yang tajam.
Bukan kebetulan pula, keduanya bintang tim masing-masing saat itu. Mazzola adalah inspirasi Inter, sedangkan Rivera menjadi pemain yang paling diandalkan Milan.
Valcareggi biasanya memainkan Mazzola pada babak pertama dan memasukkan Rivera untuk menggantikannya usai jeda. Saat perempat-final melawan tuan rumah Meksiko, Rivera mencetak dua gol untuk melengkapi kemenangan 4-1.
Pada semi-final melawan Jerman (Barat), Rivera mengulangi kegemilangan itu. Pertandingan itu menjadi salah satu pertandingan terbaik sepanjang sejarah Piala Dunia. Kejar mengejar skor terjadi. Kemenangan Italia diraih setelah melalui babak perpanjangan waktu, 4-3, dan Rivera mencetak gol kemenangan pada menit ke-111. Dalam pertandingan itu, bahu kapten Jerman, Franz Beckenbauer, terkilir, tapi tetap meneruskan permainan dengan satu tangan dibebat.
Namun, kegemilangan itu rupanya tidak otomatis berbuah kepercayaan. Menghadapi Brasil di final, Valcareggi memainkan Mazzola sejak menit pertama karena menganggap kekuatan fisik pemain andalan Inter itu dapat merusak irama lini tengah Brasil. Babak pertama berakhir imbang 1-1 dan berlawanan dari kebiasaannya, Valcareggi tetap memainkan Mazzola usai turun minum.
Sejarah mencatat strategi tersebut gagal total. Brasil akhirnya merebut piala Jules Rimet dengan kemenangan mutlak 4-1. Rivera hanya dimainkan enam menit sebelum pertandingan berakhir.
Hampir 40 tahun kemudian, kepada Corriere della Sera, kedua pemain membahas "staffetta".
"Gianni dan saya tak pernah bermusuhan," tukas Mazzola.
"Kami sama-sama mengakui keunggulan masing-masing. Malam sebelum turnamen dimulai, saya terkena disentri dan pelatih pun memainkan saya hanya pada babak pertama."
Rivera sendiri terkesan masih belum menerima kenyataan hanya bermain enam menit di final.
"Ada tudingan miring yang ditujukan kepada saya, tapi saya tak pernah tahu siapa," ujarnya.
"Kami mencapai final dan itu merupakan bukti sepakbola bisa dilakukan tanpa peran pelatih. Ada manuver yang menyebabkan saya tidak bermain di final."
Ketika Inter kembali berhadapan dengan Milan di lapangan San Siro akhir pekan ini, kenanglah juga rivalitas "Il Baffo" Mazzola dan "Golden Boy ol'Abatino" Rivera empat dasawarsa yang lalu...
Biografi singkat kedua pemain:
Gianni Rivera, kelahiran Alessandria, 18 Agustus 1943, menjalani karir sepanjang 19 tahun (1960-1979) bersama Milan dan memenangi tiga scudetto (1961-62, 1967-68, dan 1978-79), empat Coppa Italia (1966-67, 1971-72, 1972-73, 1976-77), satu Piala Interkontinental (1969), dua Piala Champions (1962-63 dan 1968-69), serta dua Piala Winner (1967-68 dan 1972-73). Total, Rivera tampil 527 pertandingan untuk Milan dan mencetak 128 gol. Rivera juga bermain 60 kali dan mencetak 14 gol sepanjang karir untuk timnas Italia. Piala Eropa 1968 menjadi satu-satunya gelar yang dicicipinya di pentas internasional.
Sandro Mazzola lahir di Turin, 8 November 1942, sebagai putra dari mendiang Valentino Mazzola, legenda Torino yang tewas pada kecelakaan pesawat terbang Superga. Sejak memulai debut musim 1960-61, Mazzola memberikan Inter dua gelar di Piala Champions (1963-64 dan 1964-65), empat scudetto (1962-63, 1964-65, 1965-66, 1970-71), dan dua Piala Interkontinental (1964 dan 1965). Mazzola bermain di Inter hingga gantung sepatu akhir musim 1976-77, dengan rekor 417 partai dan 116 gol. Di timnas Italia, Mazzola bermain 70 kali dan mencetak 22 gol, serta menjadi bagian ketika Azzurri menjuarai Piala Eropa 1968.
Diposting oleh christian di 19.44 0 komentar
Kondisi Nesta Belum Ada Perkembangan
Pihak Milan belum bisa memastikan Alessandro Nesta akan tampil untuk laga melawan Inter besok.
Nesta masih mengalami masalah pada paha kanannya. Sejauh ini, belum ada perkembangan positif terkait dengan cederanya itu dan dia masih diragukan untuk bisa tampil di derby Milano.
"Nesta berlatih selama sepekan ini dengan sejumlah latihan khusus. Kami masih harus melihat dan dengan tenang menganalisa situasinya dengan seksama," ujar pelatih Milan Leonardo, dikutip Football Italia, Sabtu (23/1).
"Kami akan memaksimalkan waktu yang kami punya untuk mengetahui kondisi terakhirnya," tegasnya.
Kemungkinan, main tidaknya Nesta baru akan ditentukan beberapa jam sebelum laga besok.
Diposting oleh christian di 19.43 0 komentar
