Roma dan Milan menuntaskan laga dengan hasil anti-klimaks. Kedua tim bermain imbang tanpa gol di Olimpico, Roma, Minggu (7/3).
Hasil ini membuat upaya kedua tim memangkas jarak dengan pimpinan klasemen Serie A Italia Inter terhambat.
Dengan tambahan satu angka, Milan masih tertinggal tiga poin dari Inter, yang mengumpulkan 58 angka. Sementara Roma menguntit di tempat ketiga dengan selisih enam angka.
Inter memiliki kesempatan menjauh dan mempelebar jarak poin jika bisa menang atas Genoa di Giuseppe Meazza malam nanti.
Ada pun di pertandingan ini, Milan tampil dominan dalam penguasaan bola. Sejumlah kesempatan dimiliki para pemain asuhan Leonardo itu sepanjang 90 menit berjalan.
Sundulan Marco Borriello yang sedikit melebar adalah salah satunya. Juga tendangan keras Luca Antonini yang terbang ke atas mistar gawang Julio Sergio. Bola rebound tendangan John Arne Riise yang mengenai Juan bergulir liar di depang gawang Roma. Untungnya tidak ada pemain Milan yang memaksimalkan kesempatan itu.
Di menit 29, Borriello memiliki kesempatan emas membawa timnya memimpin usai menerima umpan dari Ronaldinho. Akan tetapi, dia gagal mengarahkan bola ke gawang. Nicolas Burdisso juga nyaris mencetak gol bunuh diri dengan melakukan blunder akrobatik.
Setelah turun minum, Milan masih tampil menekan. Borriello dan Antonini kembali memiliki kesempatan, yang karena beberapa sebab gagal memaksimalkannya.
Di menit 54, Borriello memiliki kesempatan dengan tendangan kerasnya, yang masih bisa dibendung Julio Sergio dengan lututnya. Kiper Roma itu juga membuat penyelamatan genting di menit 70 dengan menggagalkan kesempatan Klaas Jan Huntelaar.
Peluang Milan untuk menang di pertandingan ini tercipta di menit 89, kala Huntelaar mendapat bola umpan silang dari Andrea Pirlo. Akan tetapi, dia gagal mengarahkan bola ke gawang saat berduel udara dengan Burdisso. Skor 0-0 pun bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.
Susunan Pemain:
Roma: Julio Sergio; Cassetti, Burdisso, Juan, Riise; De Rossi, Pizarro, Taddei, Perrotta, Baptista (Toni 58); Vucinic
Milan: Abbiati; Bonera, Nesta, Thiago Silva, Antonini (Abate 71); Flamini (Beckham 71), Pirlo, Ambrosini; Huntelaar, Borriello (Inzaghi 78), Ronaldinho
Sabtu, 06 Maret 2010
Roma-Milan Berbagi Angka
Diposting oleh christian di 18.43 0 komentar
Milan Tak Mau Lagi Kejar Dzeko
Menurut Il Sussidiario, AC Milan tidak melanjutkan upaya perburuan striker Vfl Wolfsburg Edin Dzeko.
Milan memantau perkembangan Dzeko sejak musim lalu. Meski sudah memulai negosiasi, transfer gagal terwujud. Ketertarikan tersebut tetap dilanjutkan, namun begitu mengetahui banderol striker asal Bosnia-Herzegovina itu naik hingga €40 juta, Milan berpikir dua kali.
Apalagi, Marco Borriello ternyata tidak mengecewakan saat dipercaya tampil sebagai penyerang inti. Begitu pula dengan penampilan Klaas-Jan Huntelaar yang terus berkembang.
Agen Dzeko, Irfan Redzepagic, merasa Milan tak sanggup membujuk Wolfsburg untuk menurunkan banderol kliennya.
"Saya rasa Milan sulit menyanggup banderol €40 juta yang diminta untuk Dzeko. Kesepakatan dengan Milan sangat lah jauh," tukasnya.
Diposting oleh christian di 18.41 0 komentar
Kamis, 25 Februari 2010
Leonardo Akui Fiorentina Pantas Dapat Penalti
Pelatih AC Milan Leonardo dengan berjiwa besar mengakui bila Fiorentina pantas mendapatkan hadiah penalti ketika La Viola dikalahkan I Rossoneri 2-1.
Dinihari tadi Milan sukses membungkam Fiorentina pada laga tunda Serie A. Sempat tertinggal terlebih dulu, Milan bangkit dan berbalik unggul lewat gol Klaas Jan Huntelaar dan Alexandre Pato.
Namun kemenangan Milan ini ternoda keputusan kontroversial wasit yang tidak memberikan penalti kepada Fiorentina saat skor masih berimbang 1-1 dimana ketika itu Riccardo Montolivo dilanggar Thiago Silva.
Wasit Roberto Rosetti memutuskan tidak memberikan penalti karena Fiorentina masih memegang bola dimana Montolivo memberikan umpan kepada Keirrison yang kemudian tendangannya mampu digagalkan Christian Abbiati.
"Jujur, saya telah mendengar opini banyak orang yang terlibat dan harus mengakui Fiorentina pantas mendapatkan penalti," ujar Leonardo.
"Namun wasit jelas memainkan keuntungan. Pelanggaran kepada Montolivo memang ada tapi Rosetti memutuskan melanjutkan permainan karena Keirrison mendapatkan bola," tegas Leonardo.
Diposting oleh christian di 04.45 0 komentar
Huntelaar Senang Cetak Gol
AC Milan berhasil menang dramatis 2-1 atas tuan rumah Fiorentina pada laga lanjutan Serie A Italia, Rabu (24/2) malam. Milan tertinggal lebih dahulu lewat gol Alberto Gilardino pada babak pertama. Sebelum Alexandre Pato memberikan kemenangan, Milan menyamakan kedudukan melalui sepakan Klaas-Jan Huntelaar.
Gol tersebut disambut rasa syukur striker Belanda berusia 26 tahun itu.
"Saya senang berhasil mencetak gol, tapi di samping itu semua saya senang atas poin penuh yang berhasil direbut tim hari ini," ujar Huntelaar dalam laman resmi klub.
"Saya sudah mengumpulkan enam gol musim ini dan saya ingin terus mempertahankan penampilan."
Huntelaar hampir pindah pada bursa transfer lalu karena dianggap tampil mengecewakan, tapi akhirnya tetap dipertahankan.
Milan kini menguntit Inter Milan di peringkat kedua klasemen Serie A.
Diposting oleh christian di 04.44 0 komentar
Pato Menangkan Milan
Striker Alexandre Pato menjadi bintang lapangan ketika membawa AC Milan berbalik unggul 2-1 atas Fiorentina dalam partai tunda Serie A, Rabu (24/2).
Gol Pato membuat Milan memotong jaraknya dengan Inter Milan di puncak klasemen menjadi empat poin dan sekaligus menggeser AS Roma dari posisi kedua dengan selisih satu poin.
Kemenangan Milan sejatinya agak mengejutkan karena sepanjang pertandingan lebih sering tampil di bawah tekanan Fiorentina yang menerapkan permainan disiplin mengawal lawan.
Sebaliknya, Fiorentina begitu dinamis mengembangkan permainan dengan pergerakan cepat yang selalu mengajak adu lari para pemain belakang Milan.
17 menit laga berlangsung, gawang Milan yang dikawal kiper Cristian Abbiati terkoyak oleh Alberto Gilardino. Mantan striker Milan itu menceploskan bola hasil tendangan Stefan Jovetic yang sebenarnya sudah mengarah ke arah gawang.
Tertinggal satu gol, Milan justru makin sering tertekan. Anak asuhan Leonardo itu hanya sekali melepas tembakan ketika tembakan gelandang pengganti Mathieu Flamini sedikit melenceng dari gawang Sebastian Frey.
Tapi Milan mencoba bangkit di babak kedua. Lebih aktifnya pergerakan yang dilakukan Pato, Marco Boriello, Ronaldinho dan Andrea Pirlo membuat Fiorentina harus bekerja ekstra keras menutup celah pertahanan.
Leonardo pun memasukkan striker pengganti Klaas Jan Huntelaar saat laga tersisa 14 menit. Pemain Belanda itu pun menjawab kepercayaan pelatih dengan mencetak gol penyeimbang 1-1 setelah menerima bola daerah Ronaldinho di dalam kotak penalti pada menit ke-80.
Gol itu disambut Fiorentina untuk kembali menyerang. Namun La Viola kesulitan memberi ancaman lagi karena Gilardino dan Jovetic telah ditarik keluar.
Dan di saat laga akan berakhir imbang, Pato pun beraksi di masa injury time. Pemain Brasil itu menyambar bola liar dalam kondisi tak terkawal di tiang jauh setelah bola tembakan salto Boriello membentur pemain Fiorentina.
Bagi Fiorentina, kekalahan ini mempersulit langkahnya untuk mendekati zona Eropa karena masih berada di posisi ke-10 dengan nilai 34.
Adapun di laga lain, tuan rumah Udinese bagkit dari dua kekalahan beruntun dengan memukul Cagliari 2-1.
Cagliari sebenarnya memulai laga dengan positif setelah Neves Jeda membawa tim memimpin 1-0 pada menit kedua yang bertahan hingga turun minum.
Tetapi Udinese bangkit di babak kedua dan langsung membalikkan keadaan hanya dalam waktu tiga menit. Alexis Sanchez mencetak gol penyeimbang 1-1 pada menit ke-68 sebelum kapten Antonio Di Natale mencetak gol kemenangan 2-1.
Sumbangan poin penuh menjauhkan Udinese dari zona degradasi dengan nilai 27 di posisi ke-15. Sedangkan Cagliari tertahan untuk mendekati empat besar dengan duduk di posisi kedelapan. (Hdn)
Diposting oleh christian di 04.43 0 komentar
Minggu, 07 Februari 2010
Tekuk Fiorentina, Roma Geser Milan
Gol tunggal Mirko Vucinic mengantarkan AS Roma memetik kemenangan tipis 1-0 atas Fiorentina di Stadion Artemio Franchi sekaligus mengantarkan tim Serigala menempati posisi kedua klasemen sementara menggeser AC Milan.
Tambahan tiga angka itu membuat Roma mengumpulkan 44 poin, unggul dua angka dari Milan, dan tertinggal delapan nilai dari Inter Milan yang memuncaki klasemen sementara.
Dalam laga itu, Fiorentina mendominasi pertandingan dengan memperagakan permainan cepat. Pada menit ke-28, kiper Roma Julio Sergio harus jatuh bangun dua kali untuk menyelamatkan gawangnya dari tendangan voli Juan Vargas, serta tembakan jarak jauh Manuel Pasqual.
Kiper asal Brasil itu kembali tampil gemilang di menit ke-39 ketika reaksi cepatnya mampu menggagalkan peluang yang didapat Stevan Jovetic.
Lorenzo De Silverstri membuat peluang emas untuk membawa Fiorentina unggul lebih dulu empat menit sebelum babak pertama berakhir. Mendapat umpan manis dari Riccardo Montolivio lewat serangan balik, tendangan De Silverstri justru melenceng dari gawang.
Di babak kedua, Roma mampu mengimbangi permainan Fiorentina. Tiga menit setelah pluit ditiupkan, Vucinic nyaris membawa Roma unggul. John Arne Riise memberikan umpan matang kepada pemain asal Montenegro itu, namun tendangannya masih melebar dari mistar gawang.
Pada menit ke-51, giliran Alberto Gilardino yang mengancam gawang Roma. Lagi-lagi pernampilan cemerlang Sergio mementahkan peluang itu. Begitu juga ketika Sergio menggagalkan sundulan Gilardino di menit ke-74.
Ketika pertandingan diperkirakan berakhir imbang, Vucinic mampu mengubah keadaan. Delapan menit sebelum laga usai, Vucinic menjebol gawang Fiorentina memanfaatkan umpan David Pizarro. Skor 1-0 bertahan hingga pertandingan selesai.
Diposting oleh christian di 19.56 0 komentar
Leonardo Akhirnya Percaya Dewi Fortuna
Manajer AC Milan Leonardo akhirnya mempercayai bila dewi fortuna selalu ada dalams setiap pertandingan. Hanya saja, kali ini dewi fortuna tidak berpihak kepada tim besutannya ketika ditahan imbang Bologna tanpa gol dalam lanjutan Serie A Italia.
Dalam pertandingan itu, Milan banyak menciptakan peluang yang bisa dikonversi menjadi gol. Namun semua peluang tersebut hilang begitu saja ketika sudah ada di depan gawang Bologna.
“Saya pikir tidak ada yang perlu dikeluhkan dari penampilan para pemain di pertandingan ini,” ujar Leonardo dilansir Football Italia.
“Satu-satunya yang kami hilangkan di laga ini adalah mencetak gol. Biasanya saya tidak mempercayai dewi fortuna. Tapi, kali ini dewi fortuna tidak muncul untuk berpihak kepada kami.”
“Di beberapa pertandingan terakhir, kami selalu berjuang keras menjelang laga berakhir. Namun kali ini saya melihat ada peningkatan yang cukup baik.”
“Kami menciptakan banyak peluang, dan keberuntungan tidak ada di pihak kami. Kami melakukan sebisa mungkin menghadapi permainan rapi milik Bologna. Jika kami bisa memecahkan kebuntungan, maka jalannya pertandingan akan berbeda.”
Diposting oleh christian di 19.55 0 komentar