Roma dan Milan menuntaskan laga dengan hasil anti-klimaks. Kedua tim bermain imbang tanpa gol di Olimpico, Roma, Minggu (7/3).
Hasil ini membuat upaya kedua tim memangkas jarak dengan pimpinan klasemen Serie A Italia Inter terhambat.
Dengan tambahan satu angka, Milan masih tertinggal tiga poin dari Inter, yang mengumpulkan 58 angka. Sementara Roma menguntit di tempat ketiga dengan selisih enam angka.
Inter memiliki kesempatan menjauh dan mempelebar jarak poin jika bisa menang atas Genoa di Giuseppe Meazza malam nanti.
Ada pun di pertandingan ini, Milan tampil dominan dalam penguasaan bola. Sejumlah kesempatan dimiliki para pemain asuhan Leonardo itu sepanjang 90 menit berjalan.
Sundulan Marco Borriello yang sedikit melebar adalah salah satunya. Juga tendangan keras Luca Antonini yang terbang ke atas mistar gawang Julio Sergio. Bola rebound tendangan John Arne Riise yang mengenai Juan bergulir liar di depang gawang Roma. Untungnya tidak ada pemain Milan yang memaksimalkan kesempatan itu.
Di menit 29, Borriello memiliki kesempatan emas membawa timnya memimpin usai menerima umpan dari Ronaldinho. Akan tetapi, dia gagal mengarahkan bola ke gawang. Nicolas Burdisso juga nyaris mencetak gol bunuh diri dengan melakukan blunder akrobatik.
Setelah turun minum, Milan masih tampil menekan. Borriello dan Antonini kembali memiliki kesempatan, yang karena beberapa sebab gagal memaksimalkannya.
Di menit 54, Borriello memiliki kesempatan dengan tendangan kerasnya, yang masih bisa dibendung Julio Sergio dengan lututnya. Kiper Roma itu juga membuat penyelamatan genting di menit 70 dengan menggagalkan kesempatan Klaas Jan Huntelaar.
Peluang Milan untuk menang di pertandingan ini tercipta di menit 89, kala Huntelaar mendapat bola umpan silang dari Andrea Pirlo. Akan tetapi, dia gagal mengarahkan bola ke gawang saat berduel udara dengan Burdisso. Skor 0-0 pun bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.
Susunan Pemain:
Roma: Julio Sergio; Cassetti, Burdisso, Juan, Riise; De Rossi, Pizarro, Taddei, Perrotta, Baptista (Toni 58); Vucinic
Milan: Abbiati; Bonera, Nesta, Thiago Silva, Antonini (Abate 71); Flamini (Beckham 71), Pirlo, Ambrosini; Huntelaar, Borriello (Inzaghi 78), Ronaldinho
Sabtu, 06 Maret 2010
Roma-Milan Berbagi Angka
Diposting oleh christian di 18.43 0 komentar
Milan Tak Mau Lagi Kejar Dzeko
Menurut Il Sussidiario, AC Milan tidak melanjutkan upaya perburuan striker Vfl Wolfsburg Edin Dzeko.
Milan memantau perkembangan Dzeko sejak musim lalu. Meski sudah memulai negosiasi, transfer gagal terwujud. Ketertarikan tersebut tetap dilanjutkan, namun begitu mengetahui banderol striker asal Bosnia-Herzegovina itu naik hingga €40 juta, Milan berpikir dua kali.
Apalagi, Marco Borriello ternyata tidak mengecewakan saat dipercaya tampil sebagai penyerang inti. Begitu pula dengan penampilan Klaas-Jan Huntelaar yang terus berkembang.
Agen Dzeko, Irfan Redzepagic, merasa Milan tak sanggup membujuk Wolfsburg untuk menurunkan banderol kliennya.
"Saya rasa Milan sulit menyanggup banderol €40 juta yang diminta untuk Dzeko. Kesepakatan dengan Milan sangat lah jauh," tukasnya.
Diposting oleh christian di 18.41 0 komentar
Kamis, 25 Februari 2010
Leonardo Akui Fiorentina Pantas Dapat Penalti
Pelatih AC Milan Leonardo dengan berjiwa besar mengakui bila Fiorentina pantas mendapatkan hadiah penalti ketika La Viola dikalahkan I Rossoneri 2-1.
Dinihari tadi Milan sukses membungkam Fiorentina pada laga tunda Serie A. Sempat tertinggal terlebih dulu, Milan bangkit dan berbalik unggul lewat gol Klaas Jan Huntelaar dan Alexandre Pato.
Namun kemenangan Milan ini ternoda keputusan kontroversial wasit yang tidak memberikan penalti kepada Fiorentina saat skor masih berimbang 1-1 dimana ketika itu Riccardo Montolivo dilanggar Thiago Silva.
Wasit Roberto Rosetti memutuskan tidak memberikan penalti karena Fiorentina masih memegang bola dimana Montolivo memberikan umpan kepada Keirrison yang kemudian tendangannya mampu digagalkan Christian Abbiati.
"Jujur, saya telah mendengar opini banyak orang yang terlibat dan harus mengakui Fiorentina pantas mendapatkan penalti," ujar Leonardo.
"Namun wasit jelas memainkan keuntungan. Pelanggaran kepada Montolivo memang ada tapi Rosetti memutuskan melanjutkan permainan karena Keirrison mendapatkan bola," tegas Leonardo.
Diposting oleh christian di 04.45 0 komentar
Huntelaar Senang Cetak Gol
AC Milan berhasil menang dramatis 2-1 atas tuan rumah Fiorentina pada laga lanjutan Serie A Italia, Rabu (24/2) malam. Milan tertinggal lebih dahulu lewat gol Alberto Gilardino pada babak pertama. Sebelum Alexandre Pato memberikan kemenangan, Milan menyamakan kedudukan melalui sepakan Klaas-Jan Huntelaar.
Gol tersebut disambut rasa syukur striker Belanda berusia 26 tahun itu.
"Saya senang berhasil mencetak gol, tapi di samping itu semua saya senang atas poin penuh yang berhasil direbut tim hari ini," ujar Huntelaar dalam laman resmi klub.
"Saya sudah mengumpulkan enam gol musim ini dan saya ingin terus mempertahankan penampilan."
Huntelaar hampir pindah pada bursa transfer lalu karena dianggap tampil mengecewakan, tapi akhirnya tetap dipertahankan.
Milan kini menguntit Inter Milan di peringkat kedua klasemen Serie A.
Diposting oleh christian di 04.44 0 komentar
Pato Menangkan Milan
Striker Alexandre Pato menjadi bintang lapangan ketika membawa AC Milan berbalik unggul 2-1 atas Fiorentina dalam partai tunda Serie A, Rabu (24/2).
Gol Pato membuat Milan memotong jaraknya dengan Inter Milan di puncak klasemen menjadi empat poin dan sekaligus menggeser AS Roma dari posisi kedua dengan selisih satu poin.
Kemenangan Milan sejatinya agak mengejutkan karena sepanjang pertandingan lebih sering tampil di bawah tekanan Fiorentina yang menerapkan permainan disiplin mengawal lawan.
Sebaliknya, Fiorentina begitu dinamis mengembangkan permainan dengan pergerakan cepat yang selalu mengajak adu lari para pemain belakang Milan.
17 menit laga berlangsung, gawang Milan yang dikawal kiper Cristian Abbiati terkoyak oleh Alberto Gilardino. Mantan striker Milan itu menceploskan bola hasil tendangan Stefan Jovetic yang sebenarnya sudah mengarah ke arah gawang.
Tertinggal satu gol, Milan justru makin sering tertekan. Anak asuhan Leonardo itu hanya sekali melepas tembakan ketika tembakan gelandang pengganti Mathieu Flamini sedikit melenceng dari gawang Sebastian Frey.
Tapi Milan mencoba bangkit di babak kedua. Lebih aktifnya pergerakan yang dilakukan Pato, Marco Boriello, Ronaldinho dan Andrea Pirlo membuat Fiorentina harus bekerja ekstra keras menutup celah pertahanan.
Leonardo pun memasukkan striker pengganti Klaas Jan Huntelaar saat laga tersisa 14 menit. Pemain Belanda itu pun menjawab kepercayaan pelatih dengan mencetak gol penyeimbang 1-1 setelah menerima bola daerah Ronaldinho di dalam kotak penalti pada menit ke-80.
Gol itu disambut Fiorentina untuk kembali menyerang. Namun La Viola kesulitan memberi ancaman lagi karena Gilardino dan Jovetic telah ditarik keluar.
Dan di saat laga akan berakhir imbang, Pato pun beraksi di masa injury time. Pemain Brasil itu menyambar bola liar dalam kondisi tak terkawal di tiang jauh setelah bola tembakan salto Boriello membentur pemain Fiorentina.
Bagi Fiorentina, kekalahan ini mempersulit langkahnya untuk mendekati zona Eropa karena masih berada di posisi ke-10 dengan nilai 34.
Adapun di laga lain, tuan rumah Udinese bagkit dari dua kekalahan beruntun dengan memukul Cagliari 2-1.
Cagliari sebenarnya memulai laga dengan positif setelah Neves Jeda membawa tim memimpin 1-0 pada menit kedua yang bertahan hingga turun minum.
Tetapi Udinese bangkit di babak kedua dan langsung membalikkan keadaan hanya dalam waktu tiga menit. Alexis Sanchez mencetak gol penyeimbang 1-1 pada menit ke-68 sebelum kapten Antonio Di Natale mencetak gol kemenangan 2-1.
Sumbangan poin penuh menjauhkan Udinese dari zona degradasi dengan nilai 27 di posisi ke-15. Sedangkan Cagliari tertahan untuk mendekati empat besar dengan duduk di posisi kedelapan. (Hdn)
Diposting oleh christian di 04.43 0 komentar
Minggu, 07 Februari 2010
Tekuk Fiorentina, Roma Geser Milan
Gol tunggal Mirko Vucinic mengantarkan AS Roma memetik kemenangan tipis 1-0 atas Fiorentina di Stadion Artemio Franchi sekaligus mengantarkan tim Serigala menempati posisi kedua klasemen sementara menggeser AC Milan.
Tambahan tiga angka itu membuat Roma mengumpulkan 44 poin, unggul dua angka dari Milan, dan tertinggal delapan nilai dari Inter Milan yang memuncaki klasemen sementara.
Dalam laga itu, Fiorentina mendominasi pertandingan dengan memperagakan permainan cepat. Pada menit ke-28, kiper Roma Julio Sergio harus jatuh bangun dua kali untuk menyelamatkan gawangnya dari tendangan voli Juan Vargas, serta tembakan jarak jauh Manuel Pasqual.
Kiper asal Brasil itu kembali tampil gemilang di menit ke-39 ketika reaksi cepatnya mampu menggagalkan peluang yang didapat Stevan Jovetic.
Lorenzo De Silverstri membuat peluang emas untuk membawa Fiorentina unggul lebih dulu empat menit sebelum babak pertama berakhir. Mendapat umpan manis dari Riccardo Montolivio lewat serangan balik, tendangan De Silverstri justru melenceng dari gawang.
Di babak kedua, Roma mampu mengimbangi permainan Fiorentina. Tiga menit setelah pluit ditiupkan, Vucinic nyaris membawa Roma unggul. John Arne Riise memberikan umpan matang kepada pemain asal Montenegro itu, namun tendangannya masih melebar dari mistar gawang.
Pada menit ke-51, giliran Alberto Gilardino yang mengancam gawang Roma. Lagi-lagi pernampilan cemerlang Sergio mementahkan peluang itu. Begitu juga ketika Sergio menggagalkan sundulan Gilardino di menit ke-74.
Ketika pertandingan diperkirakan berakhir imbang, Vucinic mampu mengubah keadaan. Delapan menit sebelum laga usai, Vucinic menjebol gawang Fiorentina memanfaatkan umpan David Pizarro. Skor 1-0 bertahan hingga pertandingan selesai.
Diposting oleh christian di 19.56 0 komentar
Leonardo Akhirnya Percaya Dewi Fortuna
Manajer AC Milan Leonardo akhirnya mempercayai bila dewi fortuna selalu ada dalams setiap pertandingan. Hanya saja, kali ini dewi fortuna tidak berpihak kepada tim besutannya ketika ditahan imbang Bologna tanpa gol dalam lanjutan Serie A Italia.
Dalam pertandingan itu, Milan banyak menciptakan peluang yang bisa dikonversi menjadi gol. Namun semua peluang tersebut hilang begitu saja ketika sudah ada di depan gawang Bologna.
“Saya pikir tidak ada yang perlu dikeluhkan dari penampilan para pemain di pertandingan ini,” ujar Leonardo dilansir Football Italia.
“Satu-satunya yang kami hilangkan di laga ini adalah mencetak gol. Biasanya saya tidak mempercayai dewi fortuna. Tapi, kali ini dewi fortuna tidak muncul untuk berpihak kepada kami.”
“Di beberapa pertandingan terakhir, kami selalu berjuang keras menjelang laga berakhir. Namun kali ini saya melihat ada peningkatan yang cukup baik.”
“Kami menciptakan banyak peluang, dan keberuntungan tidak ada di pihak kami. Kami melakukan sebisa mungkin menghadapi permainan rapi milik Bologna. Jika kami bisa memecahkan kebuntungan, maka jalannya pertandingan akan berbeda.”
Diposting oleh christian di 19.55 0 komentar
Colombo Gagalkan Usaha Milan Petik Kemenangan
Milan memperpanjang catatan tak pernah menang mereka menjadi empat laga, setelah ditahan imbang tanpa gol Bologna di Renato Dall'Ara, Minggu (7/2).
Hasil ini sangat tidak menguntungkan untuk Milan yang berusaha menjaga jarak dengan Inter dan mengamankan posisi runner up mereka.
Dengan tambahan satu angka, Milan mengubah perolehan poin mereka menjadi 42, tertinggal sepuluh poin dari Inter yang menang 3-0 atas Cagliari.
Ada pun Bologna, dengan hasil ini, menjadikan pendapatan angka mereka menjadi 25 poin dari 23 pertandingan.
Bermain di kandang lawan, Milan tampil menekan. Akan tetapi, ketatnya pertahanan Bologna dan penampilan impresif kiper Roberto Colombo membuat upaya pasukan Leonardo mencetak gol tak membuahkan hasil.
Peluang pertama dimiliki Andre Pirlo lewat tendangan dari jarak 35 meter. Namun Colomba bisa mementahkannya. Marco Borriello juga nyaris menjebol gawang Colomba jika saja lebih cepat menyapu bola ketimbang Vengelis Moras.
Bologna bukannya tanpa peluang. Marco Di Vaio sempat mengancam gawang Nelson Dida dengan tendangannya. Namun kiper Milan asal Brasil itu tak kesulitan mengamankan gawangnya.
Di paruh kedua, Milan masih memegang kendali permainan. Namun kesempatan pertama dimiliki tim tuan rumah lewat sepakan Gimenez. Usahanya tak membuahkan hasil.
Di menit 57, Ronaldinho nyaris menjebol gawang Colomba jika saja bola tendangannya tidak mengenai mistar Bologna. Di menit 69, giliran Klaas Jan Huntelaar memiliki peluang. Tapi Colomba kembali berhasil mementahkannya.
Di tiga menit waktu tersisa dari masa normal, Colomba kembali melakukan penyelamatan penting dengan membendung bola sepakan Borriello yang mendapat umpan dari David Beckham. Sundulan Massimo Ambrosini di masa injury time juga tidak membuahkan hasil. Skor 0-0 pun menjadi kedudukan akhir laga ini.
Diposting oleh christian di 19.53 0 komentar
Rabu, 27 Januari 2010
Milan Ingin Tukar Huntelaar Dengan Julio Baptista
Niat striker Klaas-Jan Huntelaar untuk tetap bertahan di AC Milan sepertinya bakal menemui kendala. Berdasarkan laporan yang dikutip dari laman milannews, pemain asal Belanda ini akan disodorkan kepada pihak AS Roma sebagai jalan untuk mendapatkan Julio Baptista.
Kabar ini muncul setelah rencana Inter Milan yang telah gagal untuk menuntaskan transfer Baptista pada pekan lalu. Selain itu juga, tersiar kabar pihak Milan berusaha mencari celah menyusul kemungkinan absennya Luca Toni hingga enam pekan.
Ariedo Braida, direktur Milan berharap dengan diajukannya Huntelaar ini akan bisa menjinakkan hati para penentu keputusan di Roma agar bersedia membiarkan Baptista hengkang.
Sementara itu sejak bergabung musim panas kemarin dari Real Madrid, Huntelaar telah gagal untuk mendapatkan tempat utama di Milan. Ia masih kalah bersaing dengan Marco Borriello.
Kondisi ini membuat Huntelaar sempat kecewa. Saat ini dia sangat membutuhkan penampilan secara reguler yang bisa berguna untuk mengamankan peluangnya tampil ke Piala Dunia bersama tim nasional Belanda.
Diposting oleh christian di 02.57 0 komentar
Milan Bidik Nemanja Vidic
Isu bakal dilepasnya bek Nemanja Vidic dari Manchester United terus mendapat perhatian dari sejumlah klub top Eropa. Real Madrid dan Barcelona adalah dua klub raksasa Spanyol yang lebih diperhitungkan untuk mendapatkan jasa pemain asal Serbia itu.
Dilansir Corriere dello Sport, raksasa Italia AC Milan tak mau ketinggalan untuk ikut bersaing dalam perburuan tersebut.
Rossoneri kabarnya menganggap Vidic sebagai sosok yang sangat ideal untuk melapisi duo bek Thiago Silva dan Alessandro Nesta.
Belum diketahui berapa harga yang siap diajukan pihak Milan. Jika ingin mendapatkan Vidic, mereka harus merogoh kocek lebih dari €28 juta, seperti yang diminta oleh pihak United baru-baru ini.
Diposting oleh christian di 02.56 0 komentar
Minggu, 24 Januari 2010
Huntelaar Diburu Duo Liga Premier
Bola.net - Dua klub dari Liga Premier yakni Everton dan Birmingham City dilaporkan oleh De Telegraaf sedang bersaing ketat untuk dapat meminjam jasa striker Belanda milik klub AC Milan, Klas Jaan Huntelaar pada bulan ini.
Laporan yang ada juga menyebut pihak AC Milan menyambut terbuka dengan penawaran yang telah dilakukan oleh pihak Goodison Park. Namun mereka juga disebut tidak ingin melepas Huntelaar secara permanen melainkan hanya akan dipinjamkan saja hingga akhir musim ini.
Selain itu, mantan pemain Real Madrid itu sangat ingin menjaga tempat Piala Dunia-nya dengan Belanda dan akan mempertimbangkan pindah ke klub di mana dia diberikan lebih banyak waktu bermain. Marco Borriello yang sedang dalam performa on fire telah membuat pemain Belanda tersebut kurang mendapat perhatian dari pelatih Leonardo.
Sementara itu, Sky Sport Italia juga menghubungkan Huntelaar dengan Birmingham City dan juga West Ham United. Rossoneri AC Milan juga disebut mengejar pemain Cagliari, Nene sehingga kemungkinan besar bakal mengijinkan Huntelaar untuk pergi. (goal/bola/lex)
Diposting oleh christian di 14.49 0 komentar
Review: Inter Terlalu Perkasa
Bola.net - Inter Milan membuktikan diri mereka terlalu perkasa buat rival mereka, AC Milan ketika Nerazzurri menang dengan skor telak 2-0 meski harus mengakhiri laga dengan sembilan pemain dalam laga derby di San Siro, Senin (25/1) dini hari.
Bertindak sebagai tuan rumah, Inter mengancam pertahanan Milan sejak menit awal di antaranya ketika tendangan Wesley Sneijder membentur sisi luar mistar gawang Dida di menit kedua. Dida kembali harus berjibaku menahan tendangan Sneijder di menit ke-8.
Namun gawang Milan harus kebobolan juga di menit 10 ketika Ignazio Abate memberikan umpan yang tak sempurna kepada Dida, bola mampu dicuri Diego Milito yang dengan sekali kontrol kemudian melepaskan bola ke sudut jauh gawang Dida.
Unggul satu gol, Inter kemudian lebih bernafsu menyerang. Namun mereka harus kehilangan seorang pemain setelah Wesley Sneijder diusir wasit di menit 26 karena dianggap menghina wasit Gianluca Rocchi.
Arah pertandingan kemudian berubah setelah diusirnya Sneijder, Milan keluar dari tekanan dan mulai membahayakan pertahanan Inter. Ronaldinho memimpin serangan Rossoneri didukung oleh David Beckham dan juga Marco Borriello di lini depan.
Terlalu asyik menyerang meninggalkan lubang di pertahanan Milan yang dimanfaatkan dengan baik oleh Inter. Goran Pandev mencetak gol kedua Nerazzurri lewat tendangan bebas kaki kirinya.
Tak punya pilihan lain, Milan keluar menyerang dengan kekuatan penuh sementara Inter berusaha keras bertahan.
Nerazzurri harus kehilangan seorang pemain lagi setelah di menit-90 Lucio diusir wasit usai menerima kartu kuning kedua akibat menyentuh bola di kotak terlarang. Hadiah penalti yang diterima Milan tak bisa dimanfaatkan dengan baik oleh Ronaldinho, hingga menutup laga untuk kemenangan Inter.
Hasil ini membuat posisi Inter tak terkejar di puncak klasemen Serie A. menjauh sembilan poin dari AC Milan di peringkat kedua meski Milan masih memiliki satu partai tunda melawan Fiorentina. (bola/row)
Diposting oleh christian di 14.49 0 komentar
9 Pemain Inter Libas Milan
Inter Milan semakin kokoh di puncak klasemen Serie A setelah berhasil melibas AC Milan 2-0 meski dengan sembilan pemain dalam partai Derby della Madonina di Giuseppe Meazza, Minggu (24/1).
Donasi tiga poin membuat Inter menjauhi Milan di dua besar dengan jarak sembilan poin meski rival sekotanya itu masih mengantongi satu laga tunda melawan Fiorentina.
Kemenangan Inter tak lepas dari kejelian strategi pelatih Jose Mourinho yang melancarkan serangan kilat di 10 menit pertama dan langsung bermain menunggu ketika telah unggul.
Striker Diego Milito membawa La Beneamata memimpin 1-0 pada menit ke-10 setelah memanfaatkan kesalahan bek Ignazio Abate yang bermaksud memberi back pass kepada kiper Dida.
Namun 16 menit kemudian, Inter diganggu oleh kartu merah yang diterima oleh Wesley Sneijder akibat melecehkan wasit dengan bertepuk tangan seusai rekannya, Lucio, mendapat kartu kuning.
Alhasil, permainan dikuasai Milan. Tetapi serangan skuad Leonardo nyaris tak pernah mampu merepotkan kiper Julio Cesar. Serangan selalu macet sebelum mencapai daerah 16 meter karena Ronaldinho sebagai otak serangan selalu dijaga ketat oleh Maicon dan Lucio -- dua rekannya sesama pemain Brasil.
Milan sempat menata permainan dengan memperlambat tempo di babak kedua. Namun kubu Inter tak terpancing dan tetap mengawal daerahnya dengan penuh disiplin. Padahal, sebelum laga ini Inter kemasukan lima gol dalam dua partai beruntun. Sedangkan Milan berhasil mencetak 12 gol dalam tiga partainya.
Dan di saat Milan keasyikan menyerang, serbuan balik Inter melalui Maicon harus dihentikan dengan pelanggaran. Striker Goran Pandev yang dipercaya menjadi algojo tendangan bebas dengan jitu berhasil menundukkan Dida dan mengubah skor menjadi 2-0.
Kondisi ini membuat Milan terpukul. Meski sudah memasukkan striker Klass Jan Huntelaar dan Clarence Seedorf untuk menambah daya dobrak, gawang Cesar senantiasa aman.
Bahkan peluang bagus melalui sepakan first time Huntelaar masih bisa diblok kiper Brasil tersebut. Memasuki masa injury time, Inter harus bermain dengan sembilan orang setelah Lucio menerima kartu kuning kedua karena menghentikan bola dengan tangan.
Tapi terpukulnya mental Milan membuat hadiah penalti juga gagal menjadi gol. Ronaldinho, yang mencetak enam gol dalam tiga partai beruntun, gagal menundukkan Cesar sehingga kedudukan akhir tak berubah.
Hasil ini membuat Inter memenangi dua kali pertemuan musim ini dengan masing-masing 4-0 dan 2-0. Artinya skor terbesar 6-0 di Derby della Madonina sepanjang sejarah belum terpecahkan. Ini juga menjadi laga pertama Milan tanpa memasukkan gol dalam 10 partai terakhirnya. (Hdn)
Susunan pemain
Inter: Julio Cesar; Maicon, Lucio, Samuel, Santon; Zanetti, Cambiasso, Muntari (Cordoba 87); Sneijder; Milito (Balotelli 81), Pandev (Motta 66).
Milan: Dida; Abate, Thiago Silva, Favalli, Antonini (Jankulowski 77); Gattuso (Seedorf 46), Pirlo, Ambrosini (Huntelaar 80); Beckham, Borriello, Ronaldinho.
Diposting oleh christian di 14.47 0 komentar
Sabtu, 23 Januari 2010
HEAD-TO-HEAD: Inter Milan - AC Milan
Dalam dua dekade terakhir, Derby della Madonnina masih menjadi milik AC Milan. Dari 39 pertemuan di kompetisi Serie A Italia, Milan hanya unggul dua kemenangan saja dari rival abadinya, Inter Milan. Rossoneri mencatatkan 15 kemenangan, sedangkan Nerazzurri membayanginya dengan koleksi 13 kemenangan.
Tapi 'dominasi sebenang' itu tidak berlaku jika Milan berstatus sebagai tim tamu. Tercatat dalam empat musim terakhir sejak musim kompetisi 2005/2006, Inter masih menjadi penguasa sejati San Siro. Bahkan dalam tiga pertemuan terakhir, Milan selalu menjadi pecundang. Kekalahannya pun selalu sama, 2-1!
Sementara Milan meraih kemenangan terakhirnya sebagai tim tamu saat berhadapan dengan Inter pada musim kompetisi 2004/2005. Saat itu Kaka yang masih berstatus sebagai pemain Milan menjadi penentu kemenangan lewat gol tunggal yang dicetaknya di pertengahan babak kedua.
Ketatnya persaingan antardua klub sekota dalam dua dekade terakhir ini juga selalu tercermin pada skor akhir. Sangat jarang duel Milan-Inter ini menghasilkan selisih gol lebih dari dua. Meski dalam pertemuan pertama musim ini Inter sempat mempermalukan Milan 4-0, kemenangan itu tercatat sebagai kemenangan pertama terbesar sepanjang sembilan tahun terakhir setelah Inter dipecundangi 6-0 pada 11 Mei 2001.
Berikut adalah hasil pertemuan lima musim terakhir dari laga sarat gengsi kota Milan:
2009/2010
AC Milan 0-4 Inter Milan 29-08-2009
2008/2009
Inter Milan 2-1 AC Milan 15-02-2009
AC Milan 1-0 Inter Milan 28-09-2008
2007/2008
AC Milan 2-1 Inter Milan 4-05-2008
Inter Milan 2-1 AC Milan 23-12-2007
2006/2007
Inter Milan 2-1 AC Milan 11-03-2007
AC Milan 3-4 Inter Milan 28-10-2006
2005/2006
AC Milan 1-0 Inter Milan 14-04-2006
Inter Milan 3-2 AC Milan 11-12-2005
Diposting oleh christian di 19.45 0 komentar
SPESIAL Derby Della Madonnina: Memori Rivalitas Rivera-Mazzola
Pekan ini laga Derby della Madonnina ke-174 digelar. Inter Milan bertemu dengan AC Milan dalam kondisi kedua tim saling mengejar di puncak klasemen Serie A Italia. Selisih keduanya saat ini enam poin, dengan Milan menyisakan satu laga tunda.
Apakah Milan berhasil membalas kekalahan memalukan 4-0 pada laga perdana? Apakah Derby della Madonnina kali ini menentukan perebutan scudetto musim 2009-10 secara keseluruhan?
Tapi, saya ingin membawa pembaca kembali ke 1970. Saat itu, persaingan Milan dan Inter mengalami eskalasi. Rivalitas juga menular di tubuh skuad timnas Italia yang sedang bertarung di Piala Dunia Meksiko.
Milan dan Inter menikmati periode keemasan pada periode 1960-an. Milan berhasil menjadi juara Eropa musim 1962-63 dan Inter menyusul musim berikutnya dengan meraih gelar Piala Champions dua musim berturut-turut. Seakan tak mau kalah, Milan melengkapi lagi kejayaannya musim 1968-69.
Tak terelakkan, Piala Dunia 1970 menjadi salah satu catatan penting dalam sejarah rivalitas kedua tim.
Italia dilatih Ferrucio Valcareggi, yang sukses membawa Azzurri menjuarai Piala Eropa 1968. Selama kiprahnya menangani Nazionale, 1966 hingga 1974, Valcareggi hanya memetik enam kekalahan! Salah satu kekalahan itu terjadi di final Piala Dunia 1970 dari Brasil, 4-1.
Sepanjang turnamen itu, Valcareggi menggunakan taktik pergantian, "staffetta". Valcareggi menganggap dua bintang Italia, Sandro Mazzola dan Gianni Rivera tak dapat dimainkan bersama-sama. Mazzola punya keunggulan dari segi fisik, cepat, gemar menyerang lewat sektor sayap, dan punya kemampuan menggiring bola yang sulit dihentikan lawan. Sementara, kekuatan Rivera terletak pada kemampuan individual, tak kenal takut, dan punya visi yang tajam.
Bukan kebetulan pula, keduanya bintang tim masing-masing saat itu. Mazzola adalah inspirasi Inter, sedangkan Rivera menjadi pemain yang paling diandalkan Milan.
Valcareggi biasanya memainkan Mazzola pada babak pertama dan memasukkan Rivera untuk menggantikannya usai jeda. Saat perempat-final melawan tuan rumah Meksiko, Rivera mencetak dua gol untuk melengkapi kemenangan 4-1.
Pada semi-final melawan Jerman (Barat), Rivera mengulangi kegemilangan itu. Pertandingan itu menjadi salah satu pertandingan terbaik sepanjang sejarah Piala Dunia. Kejar mengejar skor terjadi. Kemenangan Italia diraih setelah melalui babak perpanjangan waktu, 4-3, dan Rivera mencetak gol kemenangan pada menit ke-111. Dalam pertandingan itu, bahu kapten Jerman, Franz Beckenbauer, terkilir, tapi tetap meneruskan permainan dengan satu tangan dibebat.
Namun, kegemilangan itu rupanya tidak otomatis berbuah kepercayaan. Menghadapi Brasil di final, Valcareggi memainkan Mazzola sejak menit pertama karena menganggap kekuatan fisik pemain andalan Inter itu dapat merusak irama lini tengah Brasil. Babak pertama berakhir imbang 1-1 dan berlawanan dari kebiasaannya, Valcareggi tetap memainkan Mazzola usai turun minum.
Sejarah mencatat strategi tersebut gagal total. Brasil akhirnya merebut piala Jules Rimet dengan kemenangan mutlak 4-1. Rivera hanya dimainkan enam menit sebelum pertandingan berakhir.
Hampir 40 tahun kemudian, kepada Corriere della Sera, kedua pemain membahas "staffetta".
"Gianni dan saya tak pernah bermusuhan," tukas Mazzola.
"Kami sama-sama mengakui keunggulan masing-masing. Malam sebelum turnamen dimulai, saya terkena disentri dan pelatih pun memainkan saya hanya pada babak pertama."
Rivera sendiri terkesan masih belum menerima kenyataan hanya bermain enam menit di final.
"Ada tudingan miring yang ditujukan kepada saya, tapi saya tak pernah tahu siapa," ujarnya.
"Kami mencapai final dan itu merupakan bukti sepakbola bisa dilakukan tanpa peran pelatih. Ada manuver yang menyebabkan saya tidak bermain di final."
Ketika Inter kembali berhadapan dengan Milan di lapangan San Siro akhir pekan ini, kenanglah juga rivalitas "Il Baffo" Mazzola dan "Golden Boy ol'Abatino" Rivera empat dasawarsa yang lalu...
Biografi singkat kedua pemain:
Gianni Rivera, kelahiran Alessandria, 18 Agustus 1943, menjalani karir sepanjang 19 tahun (1960-1979) bersama Milan dan memenangi tiga scudetto (1961-62, 1967-68, dan 1978-79), empat Coppa Italia (1966-67, 1971-72, 1972-73, 1976-77), satu Piala Interkontinental (1969), dua Piala Champions (1962-63 dan 1968-69), serta dua Piala Winner (1967-68 dan 1972-73). Total, Rivera tampil 527 pertandingan untuk Milan dan mencetak 128 gol. Rivera juga bermain 60 kali dan mencetak 14 gol sepanjang karir untuk timnas Italia. Piala Eropa 1968 menjadi satu-satunya gelar yang dicicipinya di pentas internasional.
Sandro Mazzola lahir di Turin, 8 November 1942, sebagai putra dari mendiang Valentino Mazzola, legenda Torino yang tewas pada kecelakaan pesawat terbang Superga. Sejak memulai debut musim 1960-61, Mazzola memberikan Inter dua gelar di Piala Champions (1963-64 dan 1964-65), empat scudetto (1962-63, 1964-65, 1965-66, 1970-71), dan dua Piala Interkontinental (1964 dan 1965). Mazzola bermain di Inter hingga gantung sepatu akhir musim 1976-77, dengan rekor 417 partai dan 116 gol. Di timnas Italia, Mazzola bermain 70 kali dan mencetak 22 gol, serta menjadi bagian ketika Azzurri menjuarai Piala Eropa 1968.
Diposting oleh christian di 19.44 0 komentar
Kondisi Nesta Belum Ada Perkembangan
Pihak Milan belum bisa memastikan Alessandro Nesta akan tampil untuk laga melawan Inter besok.
Nesta masih mengalami masalah pada paha kanannya. Sejauh ini, belum ada perkembangan positif terkait dengan cederanya itu dan dia masih diragukan untuk bisa tampil di derby Milano.
"Nesta berlatih selama sepekan ini dengan sejumlah latihan khusus. Kami masih harus melihat dan dengan tenang menganalisa situasinya dengan seksama," ujar pelatih Milan Leonardo, dikutip Football Italia, Sabtu (23/1).
"Kami akan memaksimalkan waktu yang kami punya untuk mengetahui kondisi terakhirnya," tegasnya.
Kemungkinan, main tidaknya Nesta baru akan ditentukan beberapa jam sebelum laga besok.
Diposting oleh christian di 19.43 0 komentar
