Kamis, 25 Februari 2010

Leonardo Akui Fiorentina Pantas Dapat Penalti

Pelatih AC Milan Leonardo dengan berjiwa besar mengakui bila Fiorentina pantas mendapatkan hadiah penalti ketika La Viola dikalahkan I Rossoneri 2-1.

Dinihari tadi Milan sukses membungkam Fiorentina pada laga tunda Serie A. Sempat tertinggal terlebih dulu, Milan bangkit dan berbalik unggul lewat gol Klaas Jan Huntelaar dan Alexandre Pato.

Namun kemenangan Milan ini ternoda keputusan kontroversial wasit yang tidak memberikan penalti kepada Fiorentina saat skor masih berimbang 1-1 dimana ketika itu Riccardo Montolivo dilanggar Thiago Silva.

Wasit Roberto Rosetti memutuskan tidak memberikan penalti karena Fiorentina masih memegang bola dimana Montolivo memberikan umpan kepada Keirrison yang kemudian tendangannya mampu digagalkan Christian Abbiati.

"Jujur, saya telah mendengar opini banyak orang yang terlibat dan harus mengakui Fiorentina pantas mendapatkan penalti," ujar Leonardo.

"Namun wasit jelas memainkan keuntungan. Pelanggaran kepada Montolivo memang ada tapi Rosetti memutuskan melanjutkan permainan karena Keirrison mendapatkan bola," tegas Leonardo.

Huntelaar Senang Cetak Gol

AC Milan berhasil menang dramatis 2-1 atas tuan rumah Fiorentina pada laga lanjutan Serie A Italia, Rabu (24/2) malam. Milan tertinggal lebih dahulu lewat gol Alberto Gilardino pada babak pertama. Sebelum Alexandre Pato memberikan kemenangan, Milan menyamakan kedudukan melalui sepakan Klaas-Jan Huntelaar.

Gol tersebut disambut rasa syukur striker Belanda berusia 26 tahun itu.

"Saya senang berhasil mencetak gol, tapi di samping itu semua saya senang atas poin penuh yang berhasil direbut tim hari ini," ujar Huntelaar dalam laman resmi klub.

"Saya sudah mengumpulkan enam gol musim ini dan saya ingin terus mempertahankan penampilan."

Huntelaar hampir pindah pada bursa transfer lalu karena dianggap tampil mengecewakan, tapi akhirnya tetap dipertahankan.

Milan kini menguntit Inter Milan di peringkat kedua klasemen Serie A.

Pato Menangkan Milan

Striker Alexandre Pato menjadi bintang lapangan ketika membawa AC Milan berbalik unggul 2-1 atas Fiorentina dalam partai tunda Serie A, Rabu (24/2).

Gol Pato membuat Milan memotong jaraknya dengan Inter Milan di puncak klasemen menjadi empat poin dan sekaligus menggeser AS Roma dari posisi kedua dengan selisih satu poin.

Kemenangan Milan sejatinya agak mengejutkan karena sepanjang pertandingan lebih sering tampil di bawah tekanan Fiorentina yang menerapkan permainan disiplin mengawal lawan.

Sebaliknya, Fiorentina begitu dinamis mengembangkan permainan dengan pergerakan cepat yang selalu mengajak adu lari para pemain belakang Milan.

17 menit laga berlangsung, gawang Milan yang dikawal kiper Cristian Abbiati terkoyak oleh Alberto Gilardino. Mantan striker Milan itu menceploskan bola hasil tendangan Stefan Jovetic yang sebenarnya sudah mengarah ke arah gawang.

Tertinggal satu gol, Milan justru makin sering tertekan. Anak asuhan Leonardo itu hanya sekali melepas tembakan ketika tembakan gelandang pengganti Mathieu Flamini sedikit melenceng dari gawang Sebastian Frey.

Tapi Milan mencoba bangkit di babak kedua. Lebih aktifnya pergerakan yang dilakukan Pato, Marco Boriello, Ronaldinho dan Andrea Pirlo membuat Fiorentina harus bekerja ekstra keras menutup celah pertahanan.

Leonardo pun memasukkan striker pengganti Klaas Jan Huntelaar saat laga tersisa 14 menit. Pemain Belanda itu pun menjawab kepercayaan pelatih dengan mencetak gol penyeimbang 1-1 setelah menerima bola daerah Ronaldinho di dalam kotak penalti pada menit ke-80.

Gol itu disambut Fiorentina untuk kembali menyerang. Namun La Viola kesulitan memberi ancaman lagi karena Gilardino dan Jovetic telah ditarik keluar.

Dan di saat laga akan berakhir imbang, Pato pun beraksi di masa injury time. Pemain Brasil itu menyambar bola liar dalam kondisi tak terkawal di tiang jauh setelah bola tembakan salto Boriello membentur pemain Fiorentina.

Bagi Fiorentina, kekalahan ini mempersulit langkahnya untuk mendekati zona Eropa karena masih berada di posisi ke-10 dengan nilai 34.

Adapun di laga lain, tuan rumah Udinese bagkit dari dua kekalahan beruntun dengan memukul Cagliari 2-1.

Cagliari sebenarnya memulai laga dengan positif setelah Neves Jeda membawa tim memimpin 1-0 pada menit kedua yang bertahan hingga turun minum.

Tetapi Udinese bangkit di babak kedua dan langsung membalikkan keadaan hanya dalam waktu tiga menit. Alexis Sanchez mencetak gol penyeimbang 1-1 pada menit ke-68 sebelum kapten Antonio Di Natale mencetak gol kemenangan 2-1.

Sumbangan poin penuh menjauhkan Udinese dari zona degradasi dengan nilai 27 di posisi ke-15. Sedangkan Cagliari tertahan untuk mendekati empat besar dengan duduk di posisi kedelapan. (Hdn)

Minggu, 07 Februari 2010

Tekuk Fiorentina, Roma Geser Milan

Gol tunggal Mirko Vucinic mengantarkan AS Roma memetik kemenangan tipis 1-0 atas Fiorentina di Stadion Artemio Franchi sekaligus mengantarkan tim Serigala menempati posisi kedua klasemen sementara menggeser AC Milan.

Tambahan tiga angka itu membuat Roma mengumpulkan 44 poin, unggul dua angka dari Milan, dan tertinggal delapan nilai dari Inter Milan yang memuncaki klasemen sementara.

Dalam laga itu, Fiorentina mendominasi pertandingan dengan memperagakan permainan cepat. Pada menit ke-28, kiper Roma Julio Sergio harus jatuh bangun dua kali untuk menyelamatkan gawangnya dari tendangan voli Juan Vargas, serta tembakan jarak jauh Manuel Pasqual.

Kiper asal Brasil itu kembali tampil gemilang di menit ke-39 ketika reaksi cepatnya mampu menggagalkan peluang yang didapat Stevan Jovetic.

Lorenzo De Silverstri membuat peluang emas untuk membawa Fiorentina unggul lebih dulu empat menit sebelum babak pertama berakhir. Mendapat umpan manis dari Riccardo Montolivio lewat serangan balik, tendangan De Silverstri justru melenceng dari gawang.

Di babak kedua, Roma mampu mengimbangi permainan Fiorentina. Tiga menit setelah pluit ditiupkan, Vucinic nyaris membawa Roma unggul. John Arne Riise memberikan umpan matang kepada pemain asal Montenegro itu, namun tendangannya masih melebar dari mistar gawang.

Pada menit ke-51, giliran Alberto Gilardino yang mengancam gawang Roma. Lagi-lagi pernampilan cemerlang Sergio mementahkan peluang itu. Begitu juga ketika Sergio menggagalkan sundulan Gilardino di menit ke-74.

Ketika pertandingan diperkirakan berakhir imbang, Vucinic mampu mengubah keadaan. Delapan menit sebelum laga usai, Vucinic menjebol gawang Fiorentina memanfaatkan umpan David Pizarro. Skor 1-0 bertahan hingga pertandingan selesai.

Leonardo Akhirnya Percaya Dewi Fortuna

Manajer AC Milan Leonardo akhirnya mempercayai bila dewi fortuna selalu ada dalams setiap pertandingan. Hanya saja, kali ini dewi fortuna tidak berpihak kepada tim besutannya ketika ditahan imbang Bologna tanpa gol dalam lanjutan Serie A Italia.

Dalam pertandingan itu, Milan banyak menciptakan peluang yang bisa dikonversi menjadi gol. Namun semua peluang tersebut hilang begitu saja ketika sudah ada di depan gawang Bologna.

“Saya pikir tidak ada yang perlu dikeluhkan dari penampilan para pemain di pertandingan ini,” ujar Leonardo dilansir Football Italia.

“Satu-satunya yang kami hilangkan di laga ini adalah mencetak gol. Biasanya saya tidak mempercayai dewi fortuna. Tapi, kali ini dewi fortuna tidak muncul untuk berpihak kepada kami.”

“Di beberapa pertandingan terakhir, kami selalu berjuang keras menjelang laga berakhir. Namun kali ini saya melihat ada peningkatan yang cukup baik.”

“Kami menciptakan banyak peluang, dan keberuntungan tidak ada di pihak kami. Kami melakukan sebisa mungkin menghadapi permainan rapi milik Bologna. Jika kami bisa memecahkan kebuntungan, maka jalannya pertandingan akan berbeda.”

Colombo Gagalkan Usaha Milan Petik Kemenangan

Milan memperpanjang catatan tak pernah menang mereka menjadi empat laga, setelah ditahan imbang tanpa gol Bologna di Renato Dall'Ara, Minggu (7/2).

Hasil ini sangat tidak menguntungkan untuk Milan yang berusaha menjaga jarak dengan Inter dan mengamankan posisi runner up mereka.

Dengan tambahan satu angka, Milan mengubah perolehan poin mereka menjadi 42, tertinggal sepuluh poin dari Inter yang menang 3-0 atas Cagliari.

Ada pun Bologna, dengan hasil ini, menjadikan pendapatan angka mereka menjadi 25 poin dari 23 pertandingan.

Bermain di kandang lawan, Milan tampil menekan. Akan tetapi, ketatnya pertahanan Bologna dan penampilan impresif kiper Roberto Colombo membuat upaya pasukan Leonardo mencetak gol tak membuahkan hasil.

Peluang pertama dimiliki Andre Pirlo lewat tendangan dari jarak 35 meter. Namun Colomba bisa mementahkannya. Marco Borriello juga nyaris menjebol gawang Colomba jika saja lebih cepat menyapu bola ketimbang Vengelis Moras.

Bologna bukannya tanpa peluang. Marco Di Vaio sempat mengancam gawang Nelson Dida dengan tendangannya. Namun kiper Milan asal Brasil itu tak kesulitan mengamankan gawangnya.

Di paruh kedua, Milan masih memegang kendali permainan. Namun kesempatan pertama dimiliki tim tuan rumah lewat sepakan Gimenez. Usahanya tak membuahkan hasil.

Di menit 57, Ronaldinho nyaris menjebol gawang Colomba jika saja bola tendangannya tidak mengenai mistar Bologna. Di menit 69, giliran Klaas Jan Huntelaar memiliki peluang. Tapi Colomba kembali berhasil mementahkannya.

Di tiga menit waktu tersisa dari masa normal, Colomba kembali melakukan penyelamatan penting dengan membendung bola sepakan Borriello yang mendapat umpan dari David Beckham. Sundulan Massimo Ambrosini di masa injury time juga tidak membuahkan hasil. Skor 0-0 pun menjadi kedudukan akhir laga ini.

TWITTER

Menu

Recent Post