Rabu, 16 Desember 2009

Ancelotti Kembali Kritik Pemain

Kendati memetik kemenangan 2-1 atas Portsmouth, Carlo Ancelotti, pelatih Chelsea, tetap memberikan kritikan kepada pemainnya. Menurut Ancelotti, pemain The Blues hilang kepercayaan diri pada pertandingan tersebut, sehingga bermain buruk di babak kedua.

“Kami bermain bagus di babak pertama, memainkan sepakbola bagus, walau tidak dengan intensitas yang baik, tapi bagus,” ujar Ancelotti dalam keterangannya usai pertandingan.

“Namun setelah mereka [Portsmouth] menyamakan kedudukan, kami kehilangan kepercayaan diri dan ketenangan. Akibatnya, pertandingan di babak kedua menjadi sulit.”

“Sangat penting untuk meraih kemenangan, untuk mempertahankan keunggulan kami di klasemen. Pertandingan ini bukan momen yang terbaik, karena masih banyak kekurangan. Tapi saya pikir kami pantas meraih kemenangan.”

Chelsea Mulai Negosiasi Pazzini

Menurut Il Corriere dello Sport, Chelsea sudah membuka pembicaraan dengan agen Tulio Tinti terkait kemungkinan transfer striker Sampdoria, Giampaolo Pazzini. Sang agen kabarnya sudah terbang ke London untuk bertemu dengan direksi Chelsea.

Pazzini diinginkan Carlo Ancelotti sebagai pengganti Didier Drogba yang akan absen sepanjang Januari untuk mengikuti Piala Afrika. Meski demikian, Ancelotti masih terus menyangkal akan melakukan perekrutan pada jendela transfer mendatang.

Sampdoria juga dikabarkan meminati sayap Inter Milan, Amantino Mancini, yang jarang mendapat kesempatan bermain di Giuseppe Meazza.

Penalti Lampard Menangkan Chelsea

Penalti Frank Lampard pada paruh akhir pertandingan memberikan kemenangan bagi Chelsea saat menjamu Portsmouth di Stamford Bridge.

Tuan rumah tampil mendominasi pertandingan, tapi kiper Asmir Begovic melakukan serangkaian penyelamatan gemilang untuk menjaga kedudukan tetap seimbang.

Lampard memperoleh peluang pada babak pertama, begitu juga dengan Deco, Salomon Kalou, dan Nicolas Anelka. Semua tidak ada yang mampu menuntaskannya jadi gol.

Menit 23, Anelka akhirnya berhasil memecahkan kebuntuan setelah menuntaskan kerja keras Alex dari sektor kanan lapangan.

Meski memperoleh beberapa peluang susulan, Portsmouth justru mampu menyamakan kedudukan. Lima menit babak kedua dimulai, Frederic Piquionne tak menyia-nyiakan kesempatan ketika bola tendangan bebas Jamie O'Hara membentur Ashley Cole.

Carlo Ancelotti pun mulai melakukan serangkaian pergantian, termasuk memasukkan Joe Cole pada pertengahan babak. Tapi, Portsmouth nyaris unggul kalau saja tendangan Kevin-Prince Boateng tidak melesat ke atas mistar.

Di bawah gawang, Begovic menjadi pemain Portsmouth yang paling sibuk. Sayangnya, kerja keras Begovic seakan sirna ketika Marc Wilson melanggar Branislav Ivanovic di dalam kotak terlarang pada menite ke-79. Eksekusi berhasil dijalankan dengan baik oleh Lampard.

Sepanjang sisa waktu, hanya kegemilangan Begovic lah yang menyelamatkan Portsmouth dari kekalahan yang lebih besar.

Susunan pemain
Chelsea Cech; Terry, Alex, A.Cole, Ivanovic; Obi Mikel / Malouda (64'), Lampard, Ballack; Deco / J.Cole (59'), Kalou / Borini (72'), Anelka.
Portsmouth Begovic; Wilson, Ben-Haim, Hreidarsson, Finnan; Mokoena / Utaka (86'), Mullins, Diop / Hughes (60'), O'Hara; Boateng, Piquionne / Dindane (72').

Selasa, 15 Desember 2009

Sepuluh Penyerang Terbaik 2009 Versi GOAL.com Indonesia

Para penyerang diberi keistimewaan dalam dunia sepakbola dengan menjadi sorotan utama dalam sebuah tim. Otomatis, para penyerang dijamin menjadi pemain yang paling banyak diidolakan fans.

Apa yang menjadikan seorang penyerang sedemikian pentingnya? Peran sang pemain dalam menentukan hasil pertandingan; mengubah duka menjadi bahagia; memberikan harapan di tengah kesulitan.

Tak terbantahkan, para penyerang adalah pemain yang paling diandalkan dalam tim.

Inilah daftar sepuluh nama penyerang yang tampil mencuat sepanjang 2009 versi GOAL.com Indonesia:

Nicolas Anelka (Chelsea - Prancis)



Chelsea musim 2008/09 adalah babak baru dalam karir Anelka, sekaligus menjadi bukti kematangan pemain temperamental ini. Tak dipercaya Luiz Felipe Scolari, Anelka menjadi pemain penting ketika Guus Hiddink melatih Blues. Kini, penampilan Anelka tetap konsisten di bawah Carlo Ancelotti. Berkat kemampuan mencetak gol, kepandaian mencari ruang, dan visinya, Anelka menjadi senjata andalan Chelsea.


Edin Dzeko (Vfl Wolfsburg - Bosnia-Herzegovina)



Pemain tak terkenal asal negara Balkan yang mendadak jadi incaran banyak klub top Eropa. Dzeko terbang tinggi sepanjang tahun ini dan pantas masuk ke dalam daftar pemain terbaik versi manapun. Vfl Wolfsburg dibantunya meraih gelar Bundesliga Jerman dan Dzeko sukses menyumbang 36 gol dalam 42 pertandingan sepanjang musim lalu. Musim ini, Dzeko sudah mencetak 12 gol dalam 23 pertandingan. Rekor yang pasti akan terus dipantau klub-klub peminatnya.


Samuel Eto'o (Barcelona / Inter Milan - Kamerun)



Hanya masalah di luar lapangan yang memisahkan Eto'o dari Barcelona. Tetap tampil impresif dan membuka keunggulan Barcelona di final Liga Champions musim lalu, Eto'o menjadi bahan pertukaran transfer Zlatan Ibrahimovic dari Inter Milan karena kepribadiannya yang "unik". Transfer tersebut menimbulkan perdebatan seru siapa yang lebih diuntungkan dengan kesepakatan tersebut. Sejauh ini, tak ada tanda-tanda penyesalan dari publik Giuseppe Meazza atas penampilan Eto'o.


Luis Fabiano (Sevilla - Brasil)



Sepertinya baru kali ini O Fabuloso mendapat perhatian luas publik sepakbola dunia. Tidak memiliki keterampilan seperti kebanyakan pemain Brasil yang hobi menggoreng bola, efektivitas Fabiano mencuat bersama Sevilla. Pemain berusia 29 tahun ini mencetak 17 gol menentukan yang membuat Sevilla meraih peringkat ketiga Primera Liga Spanyol musim lalu. Musim ini, Fabiano sudah membukukan 13 gol dalam 16 penampilan. Di timnas Brasil, bersama Carlos Dunga yang pragmatis, keberhasilannya menjadi topskor Piala Konfederasi membuktikan Fabiano pantas mengenakan kostum bernomor 9.


Diego Forlan (Atletico Madrid - Uruguay)



Rekor 32 gol dalam 33 partai di Primera Liga musim lalu membuat Forlan sukses merebut Sepatu Emas kali kedua sepanjang karirnya. Ahli dalam melepas tendangan jarak jauh dan membuka ruang bagi pemain-pemain Atletico Madrid, terutama Sergio Aguero, Forlan adalah salah satu pemain depan terbaik dunia saat ini. Reputasi tersebut harus ditransfernya ke timnas Uruguay, yang sangat membutuhkan bantuan sang striker pada Piala Dunia tahun depan.


Alberto Gilardino (Fiorentina - Italia)



Fiorentina adalah tempat kelahiran kembali Gilardino sebagai striker yang disegani di Serie A Italia. Di bawah penanganan Cesare Prandelli, Gilardino kembali tajam di depan gawang lawan. Musim lalu, Gila membuat 25 gol dalam 44 pertandingan untuk Viola. Kegemilangan Gilardino terus berlanjut hingga akhir tahun ini. Fiorentina berhasil dibawanya memuncaki penyisihan grup Liga Champions dan lolos ke babak 16 besar.


Gonzalo Higuain (Real Madrid - Argentina)



Satu pertanyaan, jika Diego Maradona memanggil Higuain lebih dini apakah Argentina harus lolos setelah melalui pertandingan terakhir kualifikasi Piala Dunia 2010? Sulit dipahami 24 gol Higuain musim lalu untuk Real Madrid tak banyak dibicarakan orang. Berjuang di tengah kumpulan Galactico, penampilan Higuain tetap konsisten. Tampil sebagai pilihan kedua pasukan Manuel Pellegrini musim ini, Higuain untuk sementara menjadi striker paling subur nomor dua dengan rekor 13 gol hingga mendekati pergantian tahun.


Zlatan Ibrahimovic (Inter Milan / Barcelona - Swedia)



Musim lalu, untuk kali pertama dalam karirnya, Ibrahimovic mampu menjadi topskor liga. Kemampuan tinggi Ibracadabra tak hanya dipuja para fans, tapi juga Barcelona. Klub juara Eropa itu tak ragu mengucurkan dana sebesar €46 juta plus Samuel Eto'o untuk memboyongnya dari Inter Milan. Ibra membuktikan kepantasan banderol tinggi itu dengan rekor rata-rata satu gol dalam setiap 91 menit di Primera Liga. Jangan ragu jika Ibra dengan cepat menjadi pujaan baru publik Camp Nou.


Lionel Messi (Barcelona - Argentina)



Selain dua gol ke gawang Real Madrid pada El Clasico awal Mei lalu, gol sundulan ke gawang Edwin van der Sar yang melengkapi keunggulan Barcelona atas Manchester United di final Liga Champions 2008/09 pantas menahbiskan Messi sebagai pemain terbaik sejagat untuk tahun ini. Senjata utama Barcelona dalam melumpuhkan pertahanan lawan ini seperti tak bisa dihentikan. Tidak hanya gol, aksi giringan bolanya banyak ditunggu penggemar sepakbola dunia. Setelah meraih Ballon D'Or, Messi dipastikan takkan berhenti. Kini, Piala Dunia harus menjadi target Messi berikutnya.


Cristiano Ronaldo (Manchester United / Real Madrid - Portugal)



Sebagai individu, tak ada yang kurang dari sosok Ronaldo. Laris manis sebagai bintang iklan banyak produk, Ronaldo juga banyak menentukan hasil pertandingan klub yang dibelanya, Manchester United musim lalu dan kini Real Madrid. Ronaldo adalah sosok yang mampu membuat sepakbola tetap berwarna, dari dalam maupun luar lapangan. Madrid adalah pelabuhan baru Ronaldo untuk meraih kejayaan sebagai pemain.

Chelsea Berhasrat Pada Kiper West Ham

Chelsea dikabarkan telah jatuh hati kepada kiper West Ham United Robert Green. The Blues, seperti dilaporkan Daily Express, telah menjadikan Green sebagai salah satu pemain yang akan dibeli pada transfer pemain Januari mendatang.

Rencana pembelian kiper tim nasional Inggris itu menyusul penampilan dari Petr Cech yang mulai meragukan. Cech kerap terlihat ragu dalam setiap kali mengantisipasi bola dari tendangan bebas. Setidaknya dari 13 gol yang tersarang, 11 di antaranya berasal dari situasi tendangan bola mati.

Chelsea sendiri bukanlah satu-satunya klub yang telah jatuh hati untuk mendapatkan Green. Aston Villa dan Sunderland dilaporkan juga berminat memakai jasa Green.

Senin, 14 Desember 2009

Lawan Portsmouth, Ancelotti Ubah Susunan Tim

Kegagalan Chelsea meraih poin penuh dalam beberapa laga terakhir kabarnya memaksa Carlo Ancelotti untuk melakukan sejumlah perubahan dalam susunan tim utamanya.

Jika saat menghadapi Everton, di mana pertandingan berakhir imbang 3-3, Chelsea turun dengan Michael Ballack di sektor tengah dan Ricardo Carvalho di lini pertahanan, dua pemain itu diprediksi akan dicadangkan pada pertandingan menghadapi Portsmouth besok.

Menurut The Sun, Selasa (15/12), Ancelotti akan berjudi dengan menurunkan Alex untuk mengisi tempat Carvalho, dan Florent Malouda untuk menempati kursi Ballack di sektor tengah.

Untuk lini serang, pelatih Italia itu sepertinya masih akan tetap mengandalkan duel Nicolas Anelka dan Didier Drogba. Demikian juga dengan sektor penjaga gawang, walau Petr Cech sebelumnya tampil buruk.

Terry Targetkan 90 Poin Bagi Chelsea

Chelsea kehilangan tiga poin saat tampil di kandang sendiri. Bermain di Stamford Bridge di pertandingan Liga Primer Inggris, Sabtu (12/12), Chelsea harus puas dengan tambahan satu poin karena ditahan Everton 3-3.

Menurut kapten Chelsea John Terry hasil imbang tersebut tidak menunjukkan persaingan di Liga Primer makin ketat dibandingkan musim lalu. Terry juga tidak yakin tim-tim besar bakal kehilangan banyak poin saat bertemu tim-tim papan bawah.

"Saya sudah mendengar bila banyak yang mengatakan tim-tim besar akan menang dengan skor ketat dan akan mengalami lebih banyak kekalahan. Dan, mereka merasa argumennya makin kuat karena kami sudah tiga kali menderita kalah. Tapi, saya tidak berpikir seperti itu," jawab Terry.

Ditegaskannya tidak ada alasan bagi The Blues untuk kembali kehilangan poin. Bila ingin meraih gelar titel juara, Chelsea tidak boleh menderita kalah lagi.

Terry bercermin dari Manchester United dan Liverpool yang sedikit mengalami kekalahan musim lalu. United yang menjadi juara Liga Primer hanya mengalami empat kekalahan. Sementara, Liverpool yang menduduki peringkat dua lebih sedikit menderita kalah, dua kali.

Kini, Terry berharap Chelsea bisa mengulang sukses saat menjadi juara Liga Primer dua kali berturut-turut pada 2005 dan 2006. Saat itu, The Blues mampu meraih lebih dari 90 poin.

"Kami mampu mencapainya dan mmenangi titel juara. Karena itu, kami harus mempertahankannya agar bisa mencapai level itu. Tidak ada istirahat dalam sepakbola. Kami harusmempersiapkan diri dan tampil dengan level tertinggi," tandasnya.

Sabtu, 12 Desember 2009

Chelsea Gagal Jauhi MU

Chelsea terancam ditempel ketat Manchester United di puncak klasemen Liga Premier setelah dipaksa bermain 3-3 oleh tim tamu Everton di Stamford Bridge, Sabtu (12/12).

Donasi satu poin itu membuat Chelsea hanya mengumpulkan 37 poin. Sementara MU masih tertinggal tiga poin dan bisa mengejarnya bila mampu memukul Aston Villa sesaat lagi.

Bagi skuad Carlo Ancelotti, ini menjadi laga keempat beruntun tanpa kemenangan di seluruh ajang. Kelemahan lini belakang dalam mengantisipasi set piece menjadi penyebab lahirnya gol di gawang Petr Cech yang sudah kebobolan tujuh gol, belum termasuk empat gol dari adu penalti di Piala Carling, dalam tiga partai terakhir.

Tak heran Everton bisa membuka keunggulan lebih dulu pada menit ke-12 ketika tembakan bebas Leighton Baines disundul striker Louis Saha menjadi gol meski Cech berusaha mencegahnya di pojok gawang.

Gol itu seakan menjadi alarm bagi Chelsea dan The Blues meningkatkan tekanan sehingga mampu mengemas dua gol melalui striker Didier Drogba (18') dan Nicolas Anelka (23') untuk berbalik unggul 2-1.

Namun jelang turun minum, kelemahan antisipasi bola mati membuat gawang Cech kebobolan kembali. Striker Aiyegbeni Yakubu, yang baru masuk menggantikan Jo yang cedera, memanfaatkan bola liar di depan gawang Chelsea untuk skor imbang 2-2.

Chelsea kemudian mengambil inisiatif serangan saat babak kedua dimulai. Dan menjelang menit ke-60, Drogba mencetak gol keduanya dengan menyambar bola silang bek Branislav Ivanovic dengan tendangan first time.

Tetapi The Toffees kembali membungkam Stamford Bridge. Hanya tiga menit berselang, bola tendangan bebas yang berusaha dihalau Drogba justru memantul kepala Saha dan meluncur ke dalam gawang untuk skor 3-3.

Bagi Everton, ini adalah hasil imbang kedua beruntun setelah pekan lalu memaksa Tottenham Hotspur, yang sudah unggul dua gol, bermain 2-2. (Hdn)

Susunan pemain

Chelsea: Cech, Terry, Carvalho, Cole, Ivanovic, J. Cole (Malouda 76), Mikel (Borini 86), Ballack, Lampard, Anelka, Drogba.

Everton: Howard, Heitinga, Neill, Baines, Hibbert, Fellaini, Rodwell, Bilyaletdinov, Pienaar, Jo (Yakubu 45), Saha (Agard 91).

Kamis, 03 Desember 2009

Cedera Lutut, Kalou Terancam Absen Lama

Salomon Kalou bisa jadi sedang sedih. Pasalnya dia mengalami cedera yang kemungkinan akan membuatnya absen cukup lama.

Forward Chelsea asal Pantai Gading itu mengalami cedera lutut. Cedera tersebut didapatnya saat tampil di ajang Piala Liga dinihari tadi. Kalou pun hanya bisa bermain 21 menit karena ditarik keluar di menit 76 setelah sebelumnya masuk di awal babak kedua.

Kalou langsung menjalani pemeriksaan awal dan diketahui cederanya cukup parah.

"Dia mengalami cedera pada lututnya dan saya tak tahu sampai kapan dia akan absen," tukas manajer Carlo Ancelotti mengenai kondisi Kalou, seperti dikutip AFP.

Seberapa parah cedera Kalou baru akan diberikan setelah dia menjalani pemeriksaan yang lebih lengkap hari ini. Karena situasi ini, peluangnya tampil untuk Chelsea di tahun ini menipis, termasuk kesempatan tampil di Piala Afrika yang dihelat Januari tahun depan.

HUMOR: Sepuluh Hal Konyol Yang Mungkin Terjadi Saat Undian Piala Dunia 2010

Menjelang undian Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan, mari kita perhatikan beberapa hal yang bisa dinantikan sebelum hingga sesudah acara tersebut.

Maradona Balas Dendam

Walau dikenakan sanksi oleh FIFA, Diego Maradona tiba-tiba menyelinap ke gedung Cape Town International Convention Centre saat undian berlangsung, dan seketika ia meniupkan Vuvuzela. Akibatnya fatal. FIFA memperpanjang hukuman terhadap pelatih Argentina itu selama dua bulan lagi.

Pers Inggris Ngaco Lagi

Di halaman muka suratkabar The Sun, akan terbit sebuah foto yang dimanipulasi dengan Photoshop. Ben Foster bersama Glen Johnson dan Emile Heskey mengangkat trophy Piala Dunia. Berita di halaman berikutnya menyebutkan deklarasi pers Inggris bahwa negaranya adalah favorit juara Piala Dunia.

Pele Buka Mulut Lagi, Eh Salah Lagi

Setelah khilaf dengan menyebut Michael Jordan sebagai almarhum "Michael Jackson", kali ini legenda Brasil tersebut kebalik antara Slovenia dan Slovakia. Setelah itu, ia menyebut pemandu acara undian ini Charlize Theron dengan nama Evita Peron. Ketika ditanyakan prediksinya, Pele berani menebak akan terjadi pertemuan sesama tim Korea di semi-final.

Teknologi Video

Tidak ada rekaman video atau tayangan ulang apapun dalam acara ini. Toh, FIFA dan presiden UEFA Michel Platini tidak setuju dengan penerapan teknologi video. Tapi...

Adanya Video "Umpan" Henry

Kalau harus ada video, FIFA akan menampilkan profil singkat tentang perjalanan 32 peserta menuju Afrika Selatan. Ketika Prancis disorot dengan gol William Gallas yang menyingkirkan Irlandia, muncul sebuah narasi yang menyebutkan: "Kapten Prancis Thierry Henry memenangkan play-off ini bagi tuan rumah dengan 'umpan akurat' di mulut gawang yang disambut oleh tandukan Gallas."

Handball Thierry Henry


Sementara itu, tak satupun warga Irlandia yang menyaksikan acara ini. Irlandia memboikot Piala Dunia 2010 dan pemerintahnya mengeluarkan larangan terbang ke Afrika seumur hidup.

Prancis Masuk Grup Ringan

Sudah beruntung lolos, Prancis diundi dengan Slovakia atau Slovenia, Honduras atau Selandia Baru, dan Cili atau Aljazair. Saat diwawancarai, Raymond Domenech mengatakan: "Ini grup yang seimbang dan kami harus waspada." Pada kesempatan yang sama, pelatih Prancis itu kembali melamar pacarnya di hadapan TV.

Portugal Masuk Grup Maut

Malapetaka buat Portugal. Setelah berjibaku di babak grup dan harus lolos melalui play-off, mereka diundi satu grup dengan Brasil, Amerika Serikat (lagi), dan Pantai Gading. Secara dramatis, Cristiano Ronaldo melakukan aksi diving di atas panggung supaya FIFA mengulang undiannya.


Nurdin Halid & Sepp Blatter


Indonesia Melobi FIFA

Nurdin Halid akan menempel ketat Sepp Blatter dan kawan-kawan di FIFA. Di sela-sela acara undian, delegasi PSSI tak henti-hentinya melobi konfederasi lainnya agar Indonesia didukung menjadi tuan rumah 13 tahun mendatang, sembari menyodorkan proposal "Road To Green World Cup 2022". Ternyata, 'green' yang dimaksud di sini adalah hijaunya dolar Amerika, dan FIFA memutuskan Indonesia tuan rumah 2022.

Brasil-Spanyol Di Final?

FIFA merumuskan sebuah cara di mana salah satu tim Afrika bisa lolos ke empat besar. Tuan rumah Afrika Selatan diundi dengan Slovenia, Korea Utara dan Cili. Sedangkan Brasil dan Spanyol diundi dalam grup yang berseberangan supaya bisa bertemu di final. Italia diundi dengan Korea Selatan supaya bisa balas dendam kekalahan di Piala Dunia 2002.

Fans Inggris Rusuh

Karena merasa khawatir terhadap ulah hooligans, FIFA mengambil keputusan dramatis dengan melarang Inggris bermain di Afrika Selatan. Semua pertandingan The Three Lions terpaksa dipindahkan ke Madagaskar. Fans Inggris melakukan aksi protes brutal, akibatnya film "Madagascar 3" gagal tayang di bioskop.

TWITTER

Menu

Recent Post